Miris dan
mengenaskan! Itu respon spontan yang melanda saat melihat pemberitaan tentang
terbongkarnya sebuah jaringan trafficking di Medan pada berbagai media.
Pelakunya Mohar, seorang pengusaha burung walet. 28 perempuan muda asal Kupang menjadi korban.
Mereka disekap selama 3 tahunan di ruko Mohar dan bekerja tanpa digaji. Siksaan
dan kekerasan lainnya mendera mereka jika berani melawan atau berusaha
melarikan diri. Sungguh tindakan pelecehan kemanusiaan yang tak beradab.
Syukurlah,
perbuatan jahat tersebut akhirnya terbongkar. Para perempuan yang jadi korban
sudah dipulangkan ke kampungnya. Semuanya dalam keadaan lemah, kurus dan sakit.
Bahkan menurut mereka, ada 3 rekan mereka yang sampai meninggal di tempat Mohar
tersebut.
Peristiwa
kejahatan Trafficking adalah perbudakan. Manusia dijual ke orang kaya, biasanya
pengusaha, untuk dipekerjakan tanpa pernah mendapatkan gaji. Mereka sering
mendapatkan tindakan kekerasan diluar batas kemanusiaan. Layaknya sebagai
budak. Awalnya mereka diiming-iming untuk bekerja di perusahaan dan akan diberi
gaji serta fasilitas lainnya. Melalui calo mereka direkrut lalu dikirim ke
propinsi lain, bahkan ke negara tetangga. Sampai di tempat yang dijanjikan,
baru mereka tahu bahwa mereka ditipu. Namun mereka sudah tak berdaya untuk
melawan atau membebaskan diri. Mereka hanya orang kecil yang rata-rata berpendidikan
rendah. Sementara yang mengeksploitasi mereka adalah pengusaha kaya yang
memiliki jejaring kuat dengan aparat dan penguasa.
Meski jaman
sudah moderen dan bangsa kita sudah merdeka 69 tahun lamanya, namun mental dan
perilaku sebagian warga bangsa ini masih barbar. Ketika penegakan HAM sudah
menjadi wacana dan praktek umum di dunia
dewasa ini, masih ada warga bangsa ini yang berwatak kolonial. Tega menindas
dan mengeksploitasi sesama manusia untuk kepentingan ekonominya secara sepihak.
Sedihnya lagi, kebanyakan korban eksploitasi itu adalah kaum perempuan dan
anak-anak. Posisi kaum perempuan dan anak-anak yang lemah dan dilemahkan selalu
menjadi sasaran empuk.
Harus ada
upaya serius dalam memperjuangkan penegakan HAM yang seutuhnya bagi seluruh
ummat manusia sehingga kejahatan-kejahatan kemanusian bisa dihentikan.
Pendidikan dan pencerahan terutama kepada kaum perempuan mesti menjadi
prioritas. Kaum perempuan harus menjelma menjadi kaum terdidik dan mampu
memproteksi dirinya dari beragam bentuk kejahatan. Ia harus punya posisi dan
bargaining politik yang kuat agar terlempang jalan luas untuk menyelamatkan
serta menegakkan harkat martabat kaumnya.
Serangkaian
gerakan advokasi dan pendampingan harus digalakkan untuk kemajuan dan
pengembangan kaum perempuan. Menjadikan mereka manusia-manusia handal yang bisa
berdiri sejajar dengan kaum lelaki dalam mewujudkan kemanusiaan yang adil dan
beradab di muka bumi. Tanpa eksploitasi dan diskriminasi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar