Rabu, 26 November 2014

Trafficking itu Kejam !!!



Miris dan mengenaskan! Itu respon spontan yang melanda saat melihat pemberitaan tentang terbongkarnya sebuah jaringan trafficking di Medan pada berbagai media. Pelakunya Mohar, seorang pengusaha burung walet.  28 perempuan muda asal Kupang menjadi korban. Mereka disekap selama 3 tahunan di ruko Mohar dan bekerja tanpa digaji. Siksaan dan kekerasan lainnya mendera mereka jika berani melawan atau berusaha melarikan diri. Sungguh tindakan pelecehan kemanusiaan yang tak beradab.
Syukurlah, perbuatan jahat tersebut akhirnya terbongkar. Para perempuan yang jadi korban sudah dipulangkan ke kampungnya. Semuanya dalam keadaan lemah, kurus dan sakit. Bahkan menurut mereka, ada 3 rekan mereka yang sampai meninggal di tempat Mohar tersebut.
Peristiwa kejahatan Trafficking adalah perbudakan. Manusia dijual ke orang kaya, biasanya pengusaha, untuk dipekerjakan tanpa pernah mendapatkan gaji. Mereka sering mendapatkan tindakan kekerasan diluar batas kemanusiaan. Layaknya sebagai budak. Awalnya mereka diiming-iming untuk bekerja di perusahaan dan akan diberi gaji serta fasilitas lainnya. Melalui calo mereka direkrut lalu dikirim ke propinsi lain, bahkan ke negara tetangga. Sampai di tempat yang dijanjikan, baru mereka tahu bahwa mereka ditipu. Namun mereka sudah tak berdaya untuk melawan atau membebaskan diri. Mereka hanya orang kecil yang rata-rata berpendidikan rendah. Sementara yang mengeksploitasi mereka adalah pengusaha kaya yang memiliki jejaring kuat dengan aparat dan penguasa.
Meski jaman sudah moderen dan bangsa kita sudah merdeka 69 tahun lamanya, namun mental dan perilaku sebagian warga bangsa ini masih barbar. Ketika penegakan HAM sudah menjadi wacana dan  praktek umum di dunia dewasa ini, masih ada warga bangsa ini yang berwatak kolonial. Tega menindas dan mengeksploitasi sesama manusia untuk kepentingan ekonominya secara sepihak. Sedihnya lagi, kebanyakan korban eksploitasi itu adalah kaum perempuan dan anak-anak. Posisi kaum perempuan dan anak-anak yang lemah dan dilemahkan selalu menjadi sasaran empuk.
Harus ada upaya serius dalam memperjuangkan penegakan HAM yang seutuhnya bagi seluruh ummat manusia sehingga kejahatan-kejahatan kemanusian bisa dihentikan. Pendidikan dan pencerahan terutama kepada kaum perempuan mesti menjadi prioritas. Kaum perempuan harus menjelma menjadi kaum terdidik dan mampu memproteksi dirinya dari beragam bentuk kejahatan. Ia harus punya posisi dan bargaining politik yang kuat agar terlempang jalan luas untuk menyelamatkan serta menegakkan harkat martabat kaumnya.
Serangkaian gerakan advokasi dan pendampingan harus digalakkan untuk kemajuan dan pengembangan kaum perempuan. Menjadikan mereka manusia-manusia handal yang bisa berdiri sejajar dengan kaum lelaki dalam mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab di muka bumi. Tanpa eksploitasi dan diskriminasi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar